Janu bingung dan takut. Sekolah memberi surat edaran, tapi Janu lupa menyerahkan surat itu kepada ibu. Ibu sangat disiplin, apalagi kalau menyangkut soal uang. Semua harus direncanakan. Jadi, Janu memutuskan untuk mengumpulkan uang dengan caranya sendiri. Apa yang dilakukan Janu untuk mendapatkan biaya darmawisata sebesar Rp800.000,00 dalam waktu sepuluh hari itu? Ada cerita apa di balik Ibu da…
Kisah ini berawal dari keresahan daun mangga. Saat teman-temannya sudah berguguran, ia masih mencoba bertahan. Ia tidak ingin hidupnya berakhir sia-sia, hanya teronggok dibawah pohon. Ketika akhirnya angin di akhir musim kemarau meniupnya, daun terdampar di sebuah kebun. Daun mangga bertemu dengan kodok yang kemudian ditolongnya. Lalu, daun mangga terjatuh kesungai bersama seekor ulat. Pe…
Buku ini bercerita tentang Dian yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Meskipun sedang sakit, Dian tetap ingin berangkat ke sekolah. Akan tetapi, hal itu justru membuat teman-teman sekelasnya terganggu karena suara batuknya terdengar terus. Apalagi kalau tiba-tiba Dian bersin. Wah, bisa bikin kaget, tuh! Nah, siapa di antara kalian yang masih suka berangkat ke sekolah saat sedang batuk a…
Buku ini bercerita tentang acara makan bersama di sekolah Tama. Setiap anak diminta membawa kue tradisional kesukaannya. Mereka saling bertukar kue dan saling mencicipi. Wah, kue-kue tradisional ternyata banyak sekali ya. Bentuk dan warnanya beraneka macam dan lezat rasanya. Selamat membaca cerita Tama dan teman sekolahnya ya. Semoga kalian suka.
Buku ini bercerita tentang kejujuran Kio, seekor landak. Kio bertugas sebagai penjaga lumbung di Desa Muma. Kio adalah penjaga lumbung yang jujur dan bertanggung jawab. Yuk, belajar tentang kejujuran dari Kio.
Lala dan Lulu adalah sepasang sahabat. Mereka selalu bersama. Suatu hari, persahabatan mereka diuji. Walau sering bersama, ternyata keduanya mempunyai keinginan yang berbeda. Lala merasa kesal. Begitu juga dengan Lulu. Keduanya merasa pilihannya paling benar. Lalu, apakah mereka akan tetap berteman? Bagaimana mereka menghadapi perbedaan tersebut? Yuk, simak kisah seru mereka!
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa ke mana?
Minangkabau terkenal dengan ragam budayanya yang unik. Salah satunya adalah bentuk rumah gadangnya yang beratap runcing seperti tanduk kerbau. Ternyata untuk memasang atap rumah atau masjid ada upacara khususnya, lo. Namanya upacara Batagak Kudo-kudo. Kamu bisa membaca ceritanya di buku ini.
Aceh memiliki ragam budaya unik yang dibalut dengan nilai-nilai keislaman. Salah satunya adalah Peutroen Aneuk dan Upacara Bayi Mencicip di Aceh yang diceritakan dalam buku yang kamu baca ini. Upacara ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai rasa makanan kepada bayi.