Tabungan Mak Siti dan Kisah Muslimah Tangguh lainnya, menjadi bukti bahwa di balik perjalanan hidup setiap muslimah, tersimpan cerita yang mampu menggetarkan qalbu. Menjadi muslinah bukanlah suatu alasan untuk takut melakukan perubahan, yang dimulai dari diri sendiri terlebih dulu, sehingga proses yang dilaluinya suka, duka, tangis, tawa yang nantinya akan membentuknya menjadi tangguh.
Kisah akan terus bertambah dan berkembang di setiap hari yang kemudian mengisi sudut-sudut peristiwa. Banyaknya kisah yang dimiliki tentunya meminta pemiliknya untuk mengingatnya sedemikian rupa sehingga tak berkurangnya kisah untuk diceritakan di kemudian hari. Namun, rasanya akan begitu sulit mengingat semua itu sebab tingkat kemampuan mengingat manusia tentu ada batasnya. Artinya, diperlukan…
Woli si benang merah ingin sekali bepergian ke berbagai tempat seperti temannya, Pus si kucing. Akan tetapi, setiap kali dia berusaha meninggalkan rumah, usahanya selalu gagal. Akankah Woli bisa melihat dunia seperti temannya, Pus?
Para pekerja rotan tidak dapat bekerja karena tidak ada bahan baku. Mereka pun menunggu sambil bermain bola, tetapi bola sepakku hilang. Kata ayah, aku akan dibelikannya bola jika barang rotan kami laku. Aku pun menunggu pembeli sambil melakukan sesuatu. Coba tebak, apa itu ? Yukk ikuti ceritanya dengan membaca buku di Perpustakaan. Selamat Membaca!
Anak lelaki itu sahabatku. Ia menyelamatkan hidupku, beberapa kali. Waktu ia harus pergi dan tinggal di kota, aku memaksa ikut dengannya. Tetapi sekarang aku ingin pulang....
Rafa sudah kelas satu. Di kelas satu banyak hal baru. Apa saja itu?
Besok acara penutupan Festival Musi. Semua diminta datang dengan pakaian tradisional, termasuk Kak Mila dan teman-temannya. Namun, songket yang akan dipakai Kak Mila menghilang! Banyak orang datang ke rumah kami untuk meminjam songket. Apakah salah satu dari mereka membawa songket Kak Mila? Aku harus mencari tahu.
Loli dan teman-teman suka ayunan. Namun, ayunan hanya satu. Apa yang harus Loli lakukan?